Zoeken
Zoeken kan via de modus 'eenvoudig zoeken' (één veld) of uitgebreid via 'geavanceerd zoeken' (meerdere velden). Zo kan je bv. zoeken op een combinatie van een auteursnaam (auteur), een jaartal (jaar) en een documenttype.
Boekenmand
Nuttige resultaten kan je aanvinken en toevoegen aan een mandje. De inhoud hiervan kan je exporteren of afdrukken (naar bv. PDF).
RSS
Op de hoogte blijven van nieuw toegevoegde publicaties binnen uw interessegebied? Dit kan door een RSS-feed (?) te maken van jouw zoekopdracht.
nieuwe zoekopdracht
Komunitas Spons (Porifera) pada Ekosistem Terumbu Karang di Manokwari, Indonesia
Sayori, N.; Tururaja, T.S.; Kolibongso, D. (2022). Komunitas Spons (Porifera) pada Ekosistem Terumbu Karang di Manokwari, Indonesia. Jurnal Kelautan Tropis 25(3): 400-410. https://dx.doi.org/10.14710/jkt.v25i3.14098
In: Jurnal Kelautan Tropis. Diponegoro University: Indonesia. ISSN 1410-8852; e-ISSN 2528-3111
| |
| Trefwoorden |
Porifera [WoRMS] Marien/Kust |
| Auteurs | | Top |
- Sayori, N.
- Tururaja, T.S.
- Kolibongso, D.
|
|
|
| Abstract |
Spons merupakan salah satu organisme bentik yang paling berpengaruh dalam ekosistem terumbu karang. Banyak penelitian tentang komunitas spons telah dilakukan secara global, dari daerah tropis hingga sub tropis. Namun di Indonesia, komunitas spons belum cukup diamati, terutama keanekaragaman dan interaksinya dengan habitat. Manokwari, kota berkembang di utara dari wilayah Bentang Laut Kepala Burung (BLKB), Papua memiliki kekurangan informasi tentang komunitas bentik dan tidak ada laporan tentang spons. Studi ini untuk mengkaji komunitas spons (keanekaragaman dan distribusi) pada ekosistem terumbu karang. Penelitian ini menemukan kekayaan spons (spesies dan morfologi) yang dikategorikan “rendah”, dengan hanya 11 spesies dengan 8 bentuk morfologi. Spesies yang paling umum termasuk Niphates erecta, Stylissa carteri, dan Pseudoceratina purpurea, sedangkan bentuk pertumbuhan yang paling umum adalah massif dan encrusting dengan menyumbang masing-masing 27,3% dan18,2% dari total jumlah spesies. Keanekaragaman tertinggi ditemukan di pulau Kaki (5 spesies) dengan pulau Nusmapi memiliki sebaran spons tidak merata. Hasil penelitian kami menemukan tidak ada hubungan antara keanekaragaman spons dengan bentuk morfologi. Informasi dasar ini sangat penting untuk pengelolaan hotspot keanekaragaman hayati dalam perumusan keputusan untuk konservasi biota laut. |
IMIS is ontwikkeld en wordt gehost door het VLIZ.